NEWS

Lima kontroversi terbesar Piala Dunia


Piala Dunia akan melangsungkan edisi ke-21 sebagaimana Rusia menjadi tuan rumah penyelenggara pada 2018 ini. Dari banyaknya gelaran yang telah dilangsungkan, setidaknya ada lima kontroversi terbesar yang meliputi turnamen sepakbola dunia tersebut. Berikut Fox Sports Asia sajikan ulasannya…

1. Harald Schumacher meng-KO Patrick Battiston, 1982

Di babak semi-final Piala Dunia 1982 antara Jerman Barat dan Prancis, sebuah umpan terobosan di babak kedua membuat bek Prancis Patrick Battiston berada dalam posisi mencetak gol. Akan tetapi, kiper Jerman Harald Schumacher keluar untuk menghadang. Tendangan Battiston melebar, namun Schumacher justru terus menerjang dan bertabrakan dengan lawannya tersebut. Battiston tertendang dengan keras dan koma. Ia mengalami cedera di bagian vertebrate dan tiga giginya copot. Luar biasanya, wasit bahkan tidak memberikan pelanggaran atau kartu untuk sang kiper. Jerman Barat kemudian memenangkan pertandingan dan melaju ke final, namun kalah dari Italia dengan skor 3-1 di partai pamungkas.

2. Gol tangan Tuhan Diego Maradona, 1986

Lima Kontroversi Terbesar Piala Dunia

Menyentuh bola dengan tangan tentu tak bisa disahkan, namun lain cerita ketika Maradona yang melakukannya pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Melawan Inggris di babak perempat-final, Maradona mencetak gol yang kini dikenal sebagai ‘Tangan Tuhan’ karena bola yang ia jaringkan benar-benar mengenai tangannya.

Maradona sendiri berimprovisasi saat menyambut umpan dari rekannya dan, mengingat ia lebih pendek 20cm dari kiper Inggris Peter Shilton, tangannya pun akhirnya bekerja hingga membuahkan gol perdana Argentina yang justru disahkan wasit.

Momen tersebut terbilang kontroversial, namun Maradona mampu menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol kedua setelah berlari meliuk-liuk melewati penjagaan lawan hingga menaklukkan Inggris, yang hanya bisa membalas satu gol saja melalui Gary Lineker.

Di Piala Dunia edisi tersebut, Argentina keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2.

3. Wasit ‘bantu’ Korea Selatan, 2002

Lima Kontroversi Terbesar Piala Dunia

Di babak 16 besar Piala Dunia 2002, Korea Selatan melakukan kejutan dengan mengalahkan Italia. Kemenangan tersebut sedikit banyak dibantu oleh wasit Ekuador bernama Byron Moreno, yang secara kontroversial mengusir penyerang Italia Francesco Totti setelah memberinya kartu kuning kedua karena dianggap diving, yang sejatinya memang ada kontak dari pemain tuan rumah.

Tak berhenti sampai di situ, Moreno lantas menganulir gol Italia di babak extra time dengan meniupkan peluit pertanda offside. Korea Selatan akhirnya menang dengan skor 2-1 di babak tambahan waktu, dan Moreno menghadapi sejumlah tuntutan pengaturan pertandingan seusai turnamen tersebut.

4. Satu pemain, tiga kartu kuning, 2006

Lima Kontroversi Terbesar Piala Dunia

Di babak grup Piala Dunia 2006 yang mempertemukan Kroasia dan Australia, wasit Graham Poll asal Inggris melakukan kesalahan dengan salah mencatat kartu kuning terhadap pemain Kroasia Josip Simunic. Jadi ketika Simunic menerima kartu kuning keduanya, Poll tidak langsung mengusirnya karena ia mengira kartu kuning pertama – yang aslinya jatuh ke Simunic – diberikan kepada pemain Australia. Akhirnya dibutuhkan kartu kuning ketiga dari wasit Poll untuk benar-benar mengeluarkan Simunic. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 2-2, dan itu menjadi partai terakhir Poll memimpin Piala Dunia.

5. Zinedine Zidane tanduk Marco Materazzi, 2006

Lima Kontroversi Terbesar Piala Dunia

Perjalanan karier pemain terbaik dunia harus berakhir pilu di final Piala Dunia 2006 setelah ia menanduk bek Italia Marco Materazzi tepat di dada. Materazzi, menurut Zidane (dan tidak dibantah oleh Materazzi), mengeluarkan kata-kata yang merendahkan ibu dan saudarinya. Italia akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti. Beberapa waktu berselang, Zidane mengaku bahwa ia lebih baik mati ketimbang meminta maaf kepada Materazzi.



Source link

قالب وردپرس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *